YUK SIMAK 8 Standar Pendidikan Nasional

 

8 Standar Pendidikan Nasional memiliki fungsi untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini menjadi landasan dasar bagi pemerintah untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan. Berikut penjelasannya tentang 8 standar pendidikan nasional di Indonesia

 

Dalam penyusunannya, Standar Nasional Pendidikan sudah disempurnakan dengan penuh perencanaan, terarah dan berkelanjutan, menyesuaikan perubahan kehidupan yang terjadi dalam skala nasional maupun global. Dengan dilakukannya standardisasi diharapkan akan meningkatnya mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia.
Berikut Standar Nasional Pendidikan di Indonesia terbagi dalam 8 hal, yaitu :
  • Standar Isi (SI), mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Di dalam Standar Isi terdapat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan. Seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri No 22 dan 24 Tahun 2006.
  • Standar Proses (SP), pada satuan pendidikan merupakan pelaksanaan proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri No 1 dan 3 Tahun 2008.
  • Standar Kompetensi Lulusan (SKL), untuk pendidikan dasar dan menengah melaksanakan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan.
  • Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SPTK), di mana pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pendidik harus memiliki ijazah dan atau sertifikat keahlian sesuai peraturan Permen No 40-45 Tahun 2009.
  • Standar Sarana dan Prasarana (SSP), Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Seperti yang tertuang dalam Permen No 33 dan 40 Tahun 2008.
  • Standar Pengelolaan (SPl), dalam satuan pendidikan dilakukan oleh manajemen memiliki kewenangan untuk mengelola sekolah sedemikian rupa. Standar pengelolaan oleh satuan pendidikan, pemerintah, dan pemerintah daerah sesuai dengan Permen No 69 Tahun 2009.
  • Standar Pembiayaan (SPb), yang dilakukan dalam manajemen sekolah sesuai dengan standar nasional pendidikan terdiri atas biaya investasi bantuan pendidikan, biaya personal biaya operasional satuan pendidikan sesuai dengan Permen No 69 Tahun 2009.
  • Standar Penilaian Pendidikan (SPP), yang dilakukan di sekolah dasar mengacu pada sistem penilaian berkelanjutan yang dikembangkan oleh tim jaringan kurikulum. Standar penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar terdiri atas: penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Standar penilaian pendidikan yang dilakukan di SD dilakukan melalui penilaian tertulis, lisan dan praktek sesuai dengan Permen No 20 Tahun 2007.
✅REKOMENDED:  15+ Kunci Jawaban Halaman 66 67 Kelas 4 Kurikulum 2013 Anti Gagal