PENDIDIKAN FINANSIAL YANG TIDAK DIAJARKAN DISEKOLAH

MENGAPA ILMU MENGENAI FINANSIAL PENDIDIKAN ITU PENTING?

 

Ilmu finansial mempelajari tentang ilmu keuangan beserta asetnya, manajemen atau pengelolaan aset serta menghitung resiko dari aset yang kita kembangkan. Jujur saja, anak SMA jika dicekoki beginian tidak akan sanggup karena dunia bisnis itu dalam tahap berat.

Mempelajari tahap-tahapan berat itu ada di dalam jenjang perkuliahan terutama jurusan akuntansi, manajemen, ekonomi, perbankan, dan lain sebagainya. Bagaimana bagian teknik seperti elektro, mesin, arsitektur? apakah bisa mempelajarinya? tentunya bisa

✅REKOMENDED:  # Kunci Jawaban Kelas 4 Tema 8 Subtema 2 Pembelajaran 1 Halaman 61 63 64 65 66 67 68 69 70 71

Mereka yang dijurusan teknik lebih mempelajari ilmu finansial secara otodidak, bahkan tanpa teori sedikitpun. Maka dari itu (mohon maaf) banyak usaha mereka yang gagal dalam meraup untung di pasar.

Jika mau lebih spesifik mengapa ilmu finansial tidak dimasukkan ke pelajaran sekolah. Ini karena RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran) nya tidak membahas hal itu. Jika kamu sebagai guru praktek atau guru sekalipun, pasti nanti akan ada yang namanya merancang RPP untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).

✅REKOMENDED:  # Kelas 1 Tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 6 Halaman 130 131 132 133 134 135 136 137 138

RPP itu perencanaan yang spesifik dalam mata pelajaran. Seperti contoh pelajaran matematika ada tahapan-tahapannya. Tahapan 1 mempelajari hitung-hitungan dan tetek bengek nya, tahap 2 mempelajari pengurangan dan tetek bengeknya, dan masih banyak tahapannya.

Jika ingin memasukkan ilmu finansial dalam RPP, tentunya ini harus ada hubungan antara mata pelajaran lain. Jadi membuat pembelajaran yang terarah dan berkesinambungan satu sama lain. Karena ilmu finansial itu sifatnya kompleks, maka dari itu tidak diajarkan di sekolah kecuali muridnya ambil ilmu finansial dari terpat kursus peminatan salah satunya atau secara otodidak. Itupun kalau orangtuanya mendoktrin anak tersebut agar menjadi pengusaha atau orangtuanya sendiri sebagai pengusaha butuh penerus pekerjaan keluarga.