INI LAH KEUNGGULANNYA SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENCETAK GENERASI BERKUALITAS

Keunggulan Sistem Pendidikan Islam Dalam Mencetak Generasi Berkualitas

Merosotnya moral generasi saat ini bagai tak terbendung. Berbagai kasus kerusakan moral generasi di tengah masyarakat bagaikan tak ada henti. Berbagai kasus perundungan juga marak baik itu dari siswa ke siswa dan juga dari siswa ke guru.

Baru-baru ini di Samarinda, dua orang santri mengeroyok gurunya selepas menunaikan sholat subuh. Miris memang, seorang guru harus meregang nyawa akibat ulah muridnya. Diketahui dua orang santri nekad untuk mengeroyok gurunya akibat kesal karena ponsel disita ketika di jam pelajaran.

Kasus degradasi moral di tengah masyarakat bagaikan fenomena gunung es. Dunia pendidikan bagaikan kehilangan “jiwanya”. Tak heran ini terjadi karena dalam sistem dalam dunia pendidikan yang fokus pada hasil akhir berupa nilai saja. Sehingga tak perduli apapun cara yang ingin dipakai asalkan meraih hasil yang sempurna. Padahal mewujudkan pendidikan unggul dan bermutu adalah harapan semua bangsa. Sayangnya berbagai kerusakan moral hari ini masih menjadi masalah serius dunia pendidikan.

Bukti Kegagalan Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalisme Liberal

Indonesia dikenal bukan hanya sebagai negara yang indah, namun juga dikenal dengan negara yang sangat ramah dan bermoral. Sayangnya berbagai fakta kemerosotan generasi juga marak di tengah masyarakat. Tawuran, perundungan, perampokan, narkoba, seks bebas, pelecehan seksual, pembunuhan, kasus mutilasi, aborsi dan sebagainya tak henti terjadi di berbagai wilayah di negeri ini. Mirisnya lagi, hal ini dilakukan oleh generasi muda yang kelak menjadi penerus peradaban ini.

Berbagai kasus kekerasan yang dilakukan siswa kepada temannya atau kepada gurunya tak pernah kosong menghiasi berita hari ini. Persoalan remaja saat ini tak cukup sampai disitu saja. Penelitian yang dilakukan oleh Reckitt Benckiser Indonesia lewat merek alat kontrasepsi Durex terhadap 500 remaja di lima kota besar di Indonesia menemukan, 33 persen remaja pernah melakukan hubungan seks penetrasi. Dari hasil tersebut, 58 persennya melakukan penetrasi di usia 18 sampai 20 tahun.

✅REKOMENDED:  Lengkap !!! Jawaban Kelas 1 Tema 1 Subtema 2 Pembelajaran 6 Halaman 68 69 70 71

Kasus perundungan pun sampai pada taraf darurat karena korbannya yang sudah semakin banyak. Bukan hanya mengalami tekanan jiwa, tapi telah berujung pada kematian. Dan bahkan menjadi momok yang menakutkan seakan sulit untuk dihentikan.

Dibalik semua fakta kemerosotan moral generasi hari ini, pasti ada yang melatarbelakangi maraknya hal ini terjadi. Yang pertama adalah hilangnya peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam rumah tangga, dan kemudian yang kedua adalah lingkungan sekolah yang berperan sangat penting dalam pembentukan moral siswa.

Namun peran orang tua dan sekolah yang memberikan pendidikan sehingga siswa mampu mempunyai akhlak mulia tidak mampu berjalan dengan baik dan bahkan gagal dikarenakan sistem pendidikan hari ini menggunakan sistem Sekuler Kapitalisme Liberal. Sistem ini menyebabkan orangtua abai dalam proses pendidikan anak dan menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan.

Kapitalisme menyebabkan beban hidup setiap keluarga menjadi berat. Menjadikan materi sebagai sumber kebahagian tertinggi, sehingga mereka sibuk mengejar materi dan menghabiskan waktu lebih banyak di luar rumah.

Pendidikan Sekuler; Kunci Barat Melemahkan Umat

Sejak akhir abad ke-19 M, seiring melemahnya Khilafah Islamiyah, Barat mencoba memasukkan ide sekuler dan liberal ke seluruh wilayah Islam, tak terkecuali Indonesia. Tidak hanya aspek perundang-undangan, tetapi juga aspek-aspek yang lain, termasuk pendidikan.

Keberhasilan Barat ini didukung dengan makin mantapnya pilar-pilar yang berlandaskan politik pengajaran yang dibakukan. Yaitu berupa metodologi pendidikan ala Barat yaitu sekuler. Barat paham benar bahwa sistem pendidikan adalah kunci yang sangat efektif untuk menghasilkan sepasukan besar para pengajar dan siswa yang akan sukarela menjaga dan melestarikan metodologi pendidikan sekuler ini.

Maka pola pengajaran Barat dibangun berlandaskan dua hal yaitu:

Pertama, memisahkan urusan agama dari kehidupan. Yang akhirnya juga menghasilkan pemisahan agama dari sistem pemerintahan negara. Akibatnya, generasi Muslim tersekularisasi di negerinya sendiri. Bahkan diantaranya ada yang kemudian menjadi pengusung ide sekuler Barat ini, karena dengan ide ini membuat mereka menjadi kaum terdidik. Lepas dari doktrin agama yang mengikat mereka.

✅REKOMENDED:  # Jawaban Kelas 6 Tema 3 Subtema 2 Pembelajaran 4 Semester 1

Kedua, membentuk kepribadian kafir penjajah sebagai sumber utama pembinaan dalam sistem pendidikan. Hal inilah yang selanjutnya mengisi akal kaum muslimin. Pembinaan yang menjadikan siswa menjadikan sistem pendidikan ala Barat sebagai panduan pendidikan. Siswa akhirnya menghormati, mengagungkan, dan menteladani Barat dan di saat yang sama mereka dituntut untuk merendahkan kepada Islam. Akhirnya generasi muda penerus umut kental dengan tsaqofah Barat dan menjauhkan mereka dari pemikiran kemuliaan pendidikan dalam Islam.

Keunggulan Sistem Pendidikan Islam

Islam mewajibkan pemeluknya untuk belajar. Pendidikan memiliki posisi yang penting dalam sebuah peradaban. Pemikiran akan memastikan pemikiran atau tsaqofah Islam tetap terjaga di tengah kaum Muslim dari generasi ke generasi. Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses manusia menuju kesempurnaan yang diridhai Allah SWT. Rasulullah menjadi panutan dalam setiap aspek kehidupan, baik itu sebagai murid ataupun sebagai pengajar. Keberadaan Rasulullah sebagai role model inilah yang menjadi pembeda pendidikan Islam dengan yang lain. Karena akidah Islam menjadi dasar pemikiran (fikrah) pendidikan Islam dan metodologi penerapannya (thariqahnya).

Tujuan dari pendidikan Islam adalah untuk membangun kepribadian Islam serta penguasaan ilmu kehidupan. Hasil belajar sistem pendidikan akan menghasilkan siswa yang kokoh keimanannya dan mendalam pemikiran Islamnya. Hal ini berpengaruh kepada keterikatan siswa kepada hukum syara’. Hal ini akan berdampak kepada tegaknya amar makruf nahi mungkar di tengah masyarakat dan tersebarnya dakwah dan jihad ke penjuru dunia.

Pemikiran pendidikan Islam tidak dapat dilepaskan dari metodologi penerapannya, yaitu Negara Khilafah. Pendidikan adalah merupakan sebuah sistem dari sebuah sistem supra-sistem dalam Khilafah. Dan khalifah sebagai pemimpin dari negara wajib menjamin terlaksananya sistem pendidikan Islam. Rasulullah bersabda, “Seorang imam (khalifah) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

✅REKOMENDED:  Lengkap !!! Kunci Jawaban Tematik Kelas 4 Indahnya Kebersamaan

Sistem pendidikan Islam disusun dari sekumpulan hukum syariah dan berbagai aturan administratif yang berkaitan dengan pendidikan formal. Yang tujuannya adalah membangun kepribadian Islam setiap warga negara, dan memastikan ketersediaan ulama atau mujtahid dan para ahli dalam berbagai disiplin pengetahuan yang menempatkan Negara Khilafah sebagai pemimpin dunia.

Untuk mewujudkan tujuan itu maka disusun kurikulum pendidikan formal yang berlandaskan akidah Islam yang ditetapkan oleh negara. Kurikulum diterapkan juga dengan memperhatikan tumbuh kembang siswa. Dan kurikulum ini berlaku tanpa membedakan agama, mazhab, kelompok ataupun ras.

Pada masa Khilafah, pendidikan Islam mengalami kecermerlangan yang ditandai dengan tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan Islam, majelis pengetahuan, serta lahirnya ulama dan ilmuwan yang pakar dalam berbagai disiplin pengetahuan. Pada masa Khilafah terlahir banyak ulama di bidang tsaqofah Islam bagai bunga di musim semi. Diantaranya ada Ibnu Sina, Ibn Rusyd, dan Az-Zahrawi di bidang kedokteran, Al Khawarizmi penggagas angka nol dan algoritma, dan lain sebagainya.

Khatimah

Betapa pentingnya peran keluarga, masyarakat, sekolah dan negara guna menerapkan sistem pendidikan Islam ini. Tak cukup hanya peran individu atau peran lembaga pendidikan saja. Butuh peran berbagai pihak, dari skala kecil sampai ke skala besar yaitu negara dalam menerapkan sistem ini.

Semua aspek tersebut haruslah terterapkan secara menyeluruh sesuai dengan syariat Islam. Maka permasalahan global pendidikan hari ini adalah fakta yang harus diatasi. Solusinya adalah penerapan sistem pendidikan Islam yang sudah terbukti. Dan hal ini hanya akan bisa tercapai dengan penegakan negara Khilafah yang menjadikan Islam sebagai ideologi dan syariah Islam sebagai dasar pengaturan segenap aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan.

Maka setiap muslim seyogyanyalah terlibat dalam dakwah amar makruf nahi munkar agar manusia kembali berada dalam syariat Islam kaffah. Sehingga kemuliaan kaum Muslimin sebagai khoiru ummah di muka bumi dapat tercapai