Fungsi Tari Sebagai Media Pendidikan

Apa Fungsi Tari didalam pendidikan ?

Fungsi seni sebagai media pendidikan menjadikan seni memiliki potensi yang besar tidak hanya sebagai hiburan saja. Tapi penanaman karakter dapat diajarkan melalui salah satunya seni tari. Efektivitas seni sebagai penyampaian pesan dilakukan dengan sentuhan keindahan. Melalui seni seluruh bagian otak terlibat dalam pemrosesan pesan.

Pembelajaran tari memiliki peranan dalam pembentukan pribadi atau mental yang selaras. Tari memfokuskan pada kebutuhan perkembangan emosional dan kecerdasan sosial. Kecerdasan emosional dicapai dengan cara mengaktualisasikan diri melalui gerak untuk itu dibutuhkan apresiasi seni yang baik dan kompetensi dalam mengekspresikannya. Sedangkan kecerdasan sosial dapat dicapai dengan membina kerjasama baik dengan pelatih atau antar penari. Kedudukan tari sebagai proses dan produk budaya perlu dikaji dengan baik. Konsep tari dan tujuan tari bukan sekedar rangkaian gerak yang indah saja, tetapi labih dari itu tarian merupakan ciri khas dari manusia. Sebagai gambaran, tari yogyakarta dikenal anggun, halus, luwes, merupakan ciri dari individu yang mampu membawa diri dari sebagai sosok pribadi yang menyenangkan, tenang, luwes disegala keadaan, halus budi bahasanya. Dengan kata lain ketika orang mengenal tampilan tarian, maka akan dapat memberikan interpretasi dari tarian tersebut. Dalam tari klasik Yogyakarta pada penerapan tarinya berusaha mencapai keseimbangan lahir dan batin, karakter dapat diajarkan melalui teknik luar dan isi atau jiwa (joged Mataram, siswa Among Beksa, 1981). Filsafat joged mataram adalah sawiji, greget, sengguh lan ora mingkuh. Sawiji berarti bekonsentrasi total atau pada satu tekad untuk menari sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Greged merupakan semangat jiwa yang disalurkan melalui intensitas gerak yang dilakukan dengan sempurna, sehingga terwujud keserasian antara gerak dan penjiwaannya. Sengguh atau rasa percaya diri tanpa melibatkan pihak lain, hal ini berarti sebuah keyakinan dalam melakukan suatu hal. Ora mingkuh atau pantang menyerah merupakan cermin dari sikap hidup manusia yang teguh terhadap pendirian.

✅REKOMENDED:  # Kelas 1 Tema 3 Subtema 2 Pembelajaran 5 Halaman 63 64 65 66 67 68

Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang didalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukan generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah kehidupan yang lebih baik. Budi dan karakter peserta didik, serta dapat memberi kontribusi terhadap pengalaman hidup masyarakat dalam berperilaku sesuai dengan konteks budayanya. Sebuah karya seni yang baik biasanya membawa pesan, yang bersifat moral, estetik, gagasan, pemikiran atau politik. Karena pesan itu berupa “imbauan” yang bisa mempengaruhi sikap dan perilaku, maka seni memiliki peran penting dalam pendidikan moral. Tari bisa membantu peserta didik kearah pembentukan pribadi yang erat hubungannya dengan pembentukan sikap sosial. Mereka secara tidak langsung menyadari bahwa masing-masing individu terdiri atas tiga dimensi, yakni mahluk ciptaan Tuhan, mahluk individu dan mahluk sosial. Bimbingan dan pendidikan estetika melalui seni tari untuk menyalurkan emosi peserta didik ke arah pembentukan pribadi yang baik. Pendidikan estetika menjadikan mereka mampu menghargai keindahan, kehalusan, ketertiban dan kedisiplinan.

✅REKOMENDED:  # Kelas 3 Pelajaran 1 Nabi Muhammad Saw Panutanku Pai Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kurikulum 2013

Peserta didik akan lebih bersemangat apabila suatu bahan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sumber belajar dapat berupa segala macam alat/media atau situasi yang dapat membantu serta memperkaya dan memperjelas pemahaman peserta didik terhadap sesuatu yang sedang dipelajarinya bahkan membantu siswa memperkaya pengalaman. Pada pelajaran seni tari, media yang efektif adalah dengan mempraktikkan langsung bentuk tarian. Peserta didik pun diharapkan mampu menampilkan bentuk tarian dengan baik dan benar. Dalam seni tari pada penerapan geraknya  berusaha mencapai keseimbangan lahir dan batin. Melalui tari, karakater dapat diajarkan melalui teknik luar atau jiwa. Begitu pula jika merujuk definisi tari yang terangkum dalam tiga konsep inti, yaitu wiraga, wirama, wirasa, maka wiraga dan wirama bersifat lahiriah, dan wirasa mengandung makna batiniah.

✅REKOMENDED:  Download !! Kelas 1 Tema 3 Subtema 4 Pembelajaran 1 Halaman 104 105 106 107 108 109 Free