5 Contoh Puisi Tentang Pendidikan

Puisi Pendidikan

Puisi pendidikan adalah salah satu bentuk puisi yang fokus kepada tema pendidikan. Puisi sendiri merupakan sebuah karya sastra yang dibangun oleh irama, rima, serta penyusunan larik dan bait. Penulisan puisi dilakukan dengan bahasa yang cermat dan pilihan kata yang tepat, sehingga meningkatkan kesadaran orang akan pengalaman dan memberikan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan pemaknaan khusus.

Bait sebagai salah satu unsur yang menyusun puisi adalah bagian dari teks puisi yang terdiri atas beberapa baris yang tersusun harmonis. Jumlah baris bait dalam puisi bervariasi, mulai dari 2–10 baris, meskipun tidak ada aturan khusus mengenai jumlah bait yang baik dalam penulisan puisi. Namun demikian, kebanyakan puisi ditulis dengan menggunakan empat bait.

Membuat puisi biasanya menjadi salah satu tugas yang kerap diberikan kepada murid di sekolah, terutama dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Salah satu tema yang sering diangkat adalah pendidikan. Untuk membuat puisi pendidikan pendek, kita bisa mengambil inspirasi dari sistem pendidikan yang berjalan di Indonesia. Referensi lain yang bisa diambil adalah lingkungan sekolah, seperti tenaga pendidik, mata pelajaran, atau suasana pembelajaran di sekolah.

✅REKOMENDED:  Lengkap !!! Jawaban Kelas 6 Tema 4 Subtema 2 Pembelajaran 6 Semester 1

Puisi bertema pendidikan umumnya mengandung pesan yang penuh makna. Biasanya, pesan yang disampaikan penyair dapat berupa kritikan terhadap sistem pendidikan, motivasi belajar, dan lain sebagainya.

1. Aku dan Masa Depanku

Karya: Ulil Albab Af-Farizi

Ketika sang mentari menampakkan sinarnya
Diiringi kicauan burung yang menyapa
Detik demi detik yang berbunyi
Membangunkanku untuk menggapai cita

Buku-buku yang memandangku
Seolah tak rela menenggelamkanku dalam angan
Kutatap mentari dan berkata
Aku siap demi masa depanku
Semangat yang membara
Membangkitkan jiwa dan raga

Lonceng sekolah yang memanggil
Adalah awal mengumpulkan ilmu
Menuntut ilmu
Ialah candu bagiku
Menambah kecerdasan
Dan menjadi jembatan
Akan cita-citaku

2. Sumber Ilmuku

Karya: Ekawati Marhaenny Dukut

Di mana?
Di sana
Bagaimana?
Di sana yang terbaik
Ya… di sana
Di sana aku mendapatkanmu
Kamulah sumber ilmuku
Ilmu tuk senantiasa terpana
Senangkah di sana?
Mengapa tidak?
Di sana sumber inspirasiku

Di sana kutemukan ilmuku
Sumber ilmuku
Di guruku
Di kawanku di orang tuaku

3. Pendidikan dan Harapan

Karya: Dwi Arif

✅REKOMENDED:  Lengkap !!! Kunci Jawaban Kelas 3 Tema 8 Subtema 4 Pembelajaran 2 Halaman 173 174 175 176 178

Pendidikan adalah tangga harapan
Tangga itu menuntun manusia untuk mencapai tujuan
Semua manusia berhak untuk menggunakan
Untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan

Tangga itu tidak boleh disembunyikan
Dari semua insan yang ingin perubahan
Tangga tersebut tidak boleh disalahgunakan
Hanya untuk meraih keuntungan

Tangga itu harus benar-benar kuat
Agar mampu merubah manusia menjadi bermartabat
Tangga tersebut harus selalu dirawat
Agar bisa membimbing kita meraih akal sehat

Tangga itu harus bisa beradaptasi
Dari zaman yang begitu kencang berlari
Tangga itu tidak boleh dinodai
Agar bisa mengantar kita menjadi manusia bermoral yang hakiki

 

4. Perjuangan Meraih Mimpi

Karya: Natasha Mayfina

Sejuta angan dan mimpi
Menari di kepalaku
Sejuta harapan
Bergema di dalam hatiku

Ke manakah semua ini kubawa?
Kehidupan yang maha keras
Menghadang impian dengan batu rintangan
Takkan kulepas genggaman mimpiku

Melupakan imajinasi sejenak
Berjerih payah mewujudkan mimpi
Setiap jerih payah pasti terbayar
Berikan banyak harapan

Semangat perjuangan berkobar
Demi mimpi di masa depan
Takkan ku berpaling darinya
Kan kuraih mimpi setinggi bintang

5. Kutanya Dia

Karya: Anshul Nayak

✅REKOMENDED:  Unduh !! Kunci Jawaban Kelas 2 Tema 1 Subtema 3 Pembelajaran 1 Halaman 97 98 99 100 101 102 104 105 Free Download

Kutanya dia
Mengapa kau amat lembut?
Dia menjawab
Agar kau damai

Kutanya dia
Mengapa kau sangat ramah?
Dia menjawab
Agar kau belajar berteman

Kutanya dia
Mengapa kau selalu ikut campur urusanku?
Dia menjawab
Agar kau belajar untuk peduli

Kutanya dia
Mengapa kau selalu sopan?
Dia menjawab
Agar kau belajar tata krama

Kutanya dia
Mengapa kau selalu menyemangati?
Dia menjawab
Agar kau percaya diri

Kutanya dia
Mengapa kau selalu toleran?
Dia menjawab
Agar kau belajar sabar

Kutanya dia
Mengapa kau selalu memaafkan aku?
Dia menjawab
Agar kau menghargai arti maaf

Kutanya dia
Mengapa kau percaya?
Dia menjawab
Agar kau belajar kesetiaan

Kutanya dia
Mengapa kau selalu positif?
Dia menjawab
Agar kau sadar jika selalu ada harapan

Kutanya dia
Mengapa kau selalu sempurna?
Dia menjawab
Agar kau menjadi sempurna

Lalu kutanya lagi
Mengapa kau meninggalkanku?
Dia menjawab
Agar kau belajar mandiri

Dengan marah ku bertanya
Lalu mengapa kau membiarkanku memiliki hubungan erat denganmu?
Dia menjawab
Agar kamu memiliki orang yang bisa menjadi tempatmu bercerita