tata cara sholat tasbih

Tata Cara Sholat Tasbih

Terdapat perbedaan pendapat ulama tentang hukum salat tasbih. Oleh sebagian ulama penganut Mazhab Syafi’i, salat tasbih dihukumi sunah. Dasarnya adalah riwayat dari jalur Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad saw. mengajarkan salat tasbih ini kepada paman beliau, Abbas bin Abdul Muthalib.

1. Jumlah Rakaat dan Tasbih

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, salat tasbih berjumlah 4 rakaat dengan 300 bacaan tasbih.

Walaupun pengerjaannya bisa di siang dan malam hari, ada beberapa ulama yang menyarankan kita untuk membedakan rakaat tergantung waktu pelaksanaannya.

✅REKOMENDED:  Periode 18 agustus 1945 s.d 27 desember 1949 Sistem Pemerintahan Indonesia

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyatakan salat tasbih bisa kamu kerjakan dengan dua metode.

Metode pertama berjumlah 4 rakaat sekali atau dua salam.

Sementara untuk salat tasbih malam, jumlahnya terbagi menjadi 2, yaitu 2 rakaat demi 2 rakaat.

Tata cara sholat tasbih yang perlu kamu perhatikan selanjutnya adalah jumlah tasbih.

Tiga ratus tasbih yang diucapkan dibagi menjadi 4 rakaat, sehingga 1 rakaatnya berjumlah 75 tasbih.

✅REKOMENDED:  fisika adalah

Jumlah 75 itu pun dipecah untuk setiap gerakan salat.

Dalam satu gerakan salat, tasbih yang diucapkan sebanyak 10 sampai 15 kali.

2. Niat Sholat Tasbih

Tata cara sholat tasbih yang perlu diingat selanjutnya adalah lafalan niatnya.

Niat sholat tasbih tentu saja berbeda dari salat fardu atau sholat sunnah lainnya.

Berikut adalah niat sholat tasbih berdasarkan perbedaan rakaat, siang, dan malam.

✅REKOMENDED:  buku ips kelas 7

Niat sholat tasbih 4 rakaat dengan 1 kali salam:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

“Ushaolli sunnat tasbihi arba‘a rak‘atin lillahi ta‘ala“

“Aku berniat salat sunah tasbih, empat rakaat karena Allah ta’ala

Niat sholat tasbih 4 rakaat dengan 2 kali salam:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Usholli sunnat tasbihi rak‘ataini lillahi ta’ala

“Aku berniat salat sunah tasbih dua rakaat karena Allah ta’ala“.