Oreientasi Pelaksanaan Pendidikan Agama

Pendidikan Agama, Sarana, Fasilitas dan Lingkungan Pendidikan

Modal Rohaniyah dan Mental yaitu kepercayaan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan tenaga penggerak yang tak terniali harganya bagi pengisian aspirasi-aspirasi Bangsa, disamping kepercayaan dan keyakinan Bangsa atas kebenaran falsafah Pancasila yang merupakan modal sikap mental yang dapat membawa Bangsa menuju cita-citanya.

Pernyataan diatas menjadi salah satu dari 8 Asas pengembangan Nasional kita yang harus dijadikan pola dasar pemikiran dalam penyusunan strategi pendidikan agar dalam semua lingkungan pendidikan Bangsa. Dalam statemen tersebut dapat diambil dari padanya 2 buah landasan pemikiran yang amat strategis dalam pelaksaan program prioritas pendidikan agama yaitu kekuatan imam dan takwa serta stabilisator bagi aspirasi bangsa yang sedang membangun dimana ciri-cirinya antara lain ialah berkecendrungan untuk berkembang maju sejalan dengan semakin tingginya rising demand. Seiri dengan berfungsinya tenaga-tenaga penggerak itu dimana aspirasi Bangsa mendapatkan maknanya yang hakiki, keyakinan kebenaran Pancasila merupakan perabentuk sikap mental bangsa yang mampu menghantarkan perjuangan bangsa indonesia menuju cita-cita nasionalnya, seperti terkandung didalam pembentukan UUD 1945 alinea IV.

Dengan demikian antara faktor keimanan (kepercayaan) ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan kebenaran ideologi pancasila yang mendasari sikap mental bangsa merupakan 2 aspek yang satu sama yang lain saling mengacuh menjadi suatu elan vitale kehidupan Bangsa Indonesia.

✅REKOMENDED:  daftar sekolah kedinasan

Hakikatpembangunan nasional adalah membangun manusia indonesia berlandaskan pada pancasila UUD 1945, maka jelaslah tersirat dalam rumusan GBHN tersebut suatu idealitas yang amat tinggi nilainya karena adanya pandangan dasar bahwa hanya manusia yang utuh lahirlah dan jasmaniah, yang seimbang, selaras, an serasi antara kemajuan dan kepuasan lahiriah batiniah, antara dunia dan akhiratnya dan sebagainya yang mampu menjadi pemeran aktif dalam pembangunan, baik dirinya sendiri maupun bagi masyarakatnya atas dasar kebersamaan tanggung jawab.

pemertaan pembangunan dan hasul-hasilnya keseluruh penjuru tanah air pun amat ditentukan oleh manusia pemeran pembangunan itu berkat iman dan sikap menta; serta pola pikir yang beriorentasi kepada rasa cinta tanah air.

Meskipun Pendidikan Agama tidak termaksud pola pembangunan Nasional melainkan sebagai salah satu komponan dalam pembinaan watak bangsa indonesia karena tergolong ke dalam kelompok dasar dari kurikulum pendidikan nasional, maka pelaksanaannya menuntut keterwujudnya keterjalinan kerjasama antara penangung jawab pendidikan di samping keterjalinan tekad antara pelasana teknis di lapangan operasional kelembagaan formal dan non formal untuk mensukseskan tujuan pokoknya.

1. Pelaksaan Pendidikan Agama disekolah Lingkungan Kependidikan Lainnya

✅REKOMENDED:  Menjaga Pergaulan Remaja DiSekolah Dan Dikeluarga

barangkali kita bersepakat jika lembaga pendidikan formal, non formal, dan informal dipandang sebagai lembaga enkulturasi generasi penerus bangsa, dimana penerapan dalam pembangunan nasional cukup besar bagi pembina karakter bangsa masa depan. Sebagai lembaga enkulturasi sekolah-sekolah kita tata dan bina menjadi culturalhomes yang mencerminkan idealitas kehidupan yang sosialistis-relegius dan watak, idealitas serta kualitas kehisupan demikiankita sepakati untuk tetap melestarikan melalaui pendidikan sekolah kita.

2. Oreientasi Pelaksanaan Pendidikan Agama

Orientasi ideal pancasila menghendaki pemantapan pola sikap dan pola pikir warga negara indonesia kepada tigas orintasi yaitu orientasi hubungan dengan kekuasaan mutlak Tuhan Yang Maha Esa, Orientasi kepada hubungan dengan masyarakat irientasi kepada hubungan dengan alam sekitar yang digali dan dikelola serta dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi kepentingan kesejahteraan rakyat, namun tidak lupa diri dari menjaga kelestarian lebih lanjut.

Ketiga orientasi diatas dalam pendidikan agama perlu dilandasi dengan nilai-nilai ajaran agama segingga manusia didik setelah dewasa benar-benar mampu berfungsi sebagai khalfah di muka buminya sendiri atau menjadi tim di negri sendiri.

3. Program Prioritas Pendidikan Agama

Berlandaskan tujuan pendidikan nasional sebagaimana ditetapkan dalam TAP II / MPR / 1988 (GBHN) , maka prioritas program pendidikan agama adalah meningkatkan kualitas manusia indonesia melalui aspek-aspek rohani dan jasmaniah mental-spritual, yang mampu mendorong pengembangan kepribadian yang utuh, dinamis dan moralis dimana keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa menjadi sumber rujukan kehidupannya. untuk merealisasikan tujuan tersebut maka program prioritas pendidikan agama disekolah umum secara hirarkhis diarahkan kepada :

✅REKOMENDED:  kebijakan pendidikan orde baru

a. peningkatan kualitas dan kompetensi guru agama dengan kemampuan profesional keguruan dalam ketepatan mempergunakan metode serta kemampuan memilih subtansi pendidikan agama yang kaya dengan wawasan keagamaan berdasarakan pendekatan multi disipliner, tak terbatas pada ilmu agama semata-mata.

b. peningkatan mutu lembaga-lembaga pendidikan formal yang mendidik calon guru seperti PGA  perlu di tata kembali atau dilakukan inovasi sehingga program-programnya lebih terarah kepada pemantapan profesonal keguruan yang lebih bertakhassus di bidang kependidikan agama.

c. Subtansi pendidikan agama perlu direformulasikan dan direformasi sesuai denfan program umum pembangunan nasional sektor pendidikan yaitu menyangkut subtansi di bidang akidah dan sikap ubuduah yang dimanifestasikan dalam perilaku mu’ amalah bainannas menurut norma-norma syariah yang berwatak dinamis, tidak statis tidak jumud dan taklid yang landing dalam masyarakat nyata.