penelitian dan Kemampuan Ilmu-ilmu Sosial

Pelajaran dari Seminar Orientasi Sosial Budaya

Sekurang-kurangnya bisa disebut dua anggapan tentang hubungan antara penelitian yang menyangkut masalah-masalah sosial dan budaya dengan kemampuan ilmu-ilmu sosial yang diterapkan dan digunakan dalam penelitian itu. dalam anggapan pertama, penelitian semacam itu dianadaikan akan memberi sumbangan melalui temuan, kesimpulan, hipotesa, konsep dan bahkan teori baru, yang akan tambah meningkatkan kemampuan ilmu-ilmu sosial. penelitian disini dilihat sebagai input penting untuk kemajuan ilmu-ilmu sosial dan merupakan syarat yang harus dijalankan, supaya perkembangan ilmu-ilmu sosial dimungkinkan.

Namun demikian sebuah penelitian sosial hanya mungkin, dilakukan dengan mempergunakan nerbagai peralatan yang disiapkan oleh ilmu-ilmu sosial, yaitu perangkat instrumentarium yang meliputi metode dan teknik penelitian di satu pihak serta teori yang memungkinkan konseptualisasi di pihak lainnya. dengan demikian hasil penelitian dan mutu penelitian, yang sebagian besar ditentukan oleh pemilihan metode yang sesuai serta penggunaan konsep serta teori yang resourceful, akan mencerminkan pula kemampuan instrumentarium yang tepat, kemampuan sesuatu komunitas ilmuwan sosial dimana peneliti tersebut diperanggotakan, serta taraf kemajuan ilmu-ilmu sosial yang ada, yang mencerminkan kapasitas yang sudah dikembangkannya sampai pada suatu saat tertentu.

✅REKOMENDED:  biaya sekolah dinas perhubungan

orang bisa berkata bahwa keduaanggapan yang diatas akan berlaku pada penelitian-penelitian yang bersifat dasar (yang memeang bertujuan) meningkatkan kapasitas dan taraf pencapaian ilmu-ilmu sosial, tetapi tidak dapat diberlakukan begitu saja terhadap penelitianterapan atau penelitian yang bersifat policy dan action orienteed (karena pada yang terakhir ini tujuan utamanya bukanlah pada pemanfaatandan pendaya-gunaan hasil penelitian tersebut untuk ini sebutnya sulit diterima. Sebabnya ialah, karena ada suatu penelitian dan manfaat hasil-hasil penelitian tersebut tujuan penerapan atau pengggunaannya secara praktis. berarti semakin suatu hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis ilmiah (yang berarti semakin banyak dia menjelaskan), akan semakin bermanfaat pula dia apabila hasil-hasilnya itu digunakan untuk menyusun suatu kebijaksaan atau digunakan sebagai pegangan untuk suatu problem slowing.

Dengan demikian perbedaan antara penelitian dasar dan penelitian terapan bukanlah terletak pada ketat longgarnya prosedur ilmiah yang ditempunya, melainkan pada sifat sasarannya. penelitian dasar mempunyak sasaran kedalam meningkatkan dan memperkembangkan kemampuan ilmu-ilmu sosial (baik dengan cara menambah perbendaharaan baru pada body of knowledge yang sudah ada, maupun dengan semakin pempertajam tool of analysis yang digunakannya). penelitian terapan mempunyai sasaran keluar : bagaiman hasi;-hasil  yang dicapainya bisa turut membantu siapa saja yang berkepentingn dalam berhadapan dengan suatu masalah sosial, baik itu masalah yang muncul dari struktur sosial, maupun yang diakibatkan oleh perubahansosial.

✅REKOMENDED:  hadits tentang belajar al qur'an

Inilah pertimbangannya bahwa dalam menyoroti hasil-hasil yang tercapai dalam penelitian orientasi sosial budaya ini tidak akan dianut pandangan bahwa dari penelitian dasar dan penelitian terapan dituntu tanggung jawab yang berbeda mengenai ketatan prosedur ilmiah.

Ada suatu alasan tambahan mengapa penelitian seperti ini patut diperiksa secara metodologis dan diberi kritik seperlunya. mungkin sudah banyak diketahui bahwa penelitian ini merupakan bagian dari proyek Studi Strategi Kebudayaan, yang dalam jangka panjangnya bertujuan “memandu atau memberikan pedoman kepada segenap usaha pembangunan yang dilaksanakan oleh bangsa indonesia dari generasi ke generasi” serta “menjamin berlangsung nya pembangunan nasional sebagai suatu proses budaya menuju perwujudan yang semakin lengkap serta makin sempurna dari pandangan hidup pancasila dalam masyarakat indonesia “jelaslah bahwa hasil-hasil penelitian inia kan dijadikan landasan untuk suatu kebijaksaan nasional yang menyangkut kepentingan yang sangat luas. Karena itu adalah wajar dan perlu diadakan suatu tinjauan kritis untuk memperkirakan kekuatan landasan itu sendiri.