Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Kurikulum

Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Kurikulum

Pembelajaran berbasis kurikulum didefinisikan sebagai suatu proses penerapan ide, konsep dan kebijakan kurikulum dalam suatu aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu, sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Implementasi kurikulum juga dapat diartikan sebagai akutualisasi kurikulum operasional dalam bentuk pembelajaran.

Berdasarkan uraian diatas, dapat dikemukakan bahwa pembelajaran dan penilaian adlaah operasionalisasi konsep kurikulum yang masih ber

sifat potensial (tertulis) menjadi aktual dalam bentuk kegiatan pembelajaran. Dengan demikian pembelajaran berbasis kurikulum adalah hasil terjemahan guru terhadap kurikulum tertulis.

Pembelajaran berbasis kurikulum sedikitnya dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu :

a. karakteristik kurikulum yang mencakup ruang lingkup kurikulum dan kejelasannya bagi pengguna dilapngan.

b. Strategi pembelajaran yaitu strategi yang digunakan dalam pembelajaran seperti diskusi, pengamatancdan tanya jawab, serta kegiatan lain yang dapat mendorong pembentukan kompetensi peserta didik.c

c. Karakteristik pengguna kurikulum, yang meliputi pengetahuan, keterampilan, nikai dan sikap guru terhadap kurikulum, serta kemampuannya untuk merealisasikan kurikulum dalam pembelajaran.

✅REKOMENDED:  karakter siswa sekolah dasar

1. Prinsinp Pelaksaan Kurikulum

Pelaksaan kurikulum tingkat satuan pendidikan sedikit harus memperhatikan tujuh prinsip sebagai berikut :

a. Pelaksaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan oelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.

b. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar yaitu (1) belajar untuk berimah dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (2) belajar untuk memahami dan menghayati (3) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat efektif (4) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain dan (5) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang efektif, aktif, kreatif, dan menyenangkan.

c. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang dimensi ke Tuhanan, keindividuan kesosialan, dan moral

✅REKOMENDED:  guru penggerak

d. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta dididk dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (dibelakang memberikan daya dan kekuatan, ditengah membangun semangat dan praksa, didepan memberikan contoh dan teladan).

e. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategis dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

f. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi, sosial dan budaya kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muata seluruh bahan kajian secara optimal.

g. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan jenis serta jenjang pendidikan.

Ketujuh prinsip diatas harus diperhatikan oleh para pelaksana kurikulum (guru) dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran baik menyangkut perencanaan pelaksanaan maupun evaluasi.

2. Pengembangan Program

Pengembangan Kurikulum mencakup pengembangan program tahunan program semester, program modul (pokok bahasan), program mingguan dan harian, program pengayaan dan remedial, serta program bimbingan konseling.

✅REKOMENDED:  universitas indonesia

3. Pelaksanaan Pembelajaran

Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari dalam diri individual, maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan.

4. Penilaian Hasil Belajar

Penilaian hasil belajar dalam kurikulum dapat dilakukan dengan penilaian kelas, tas kemampuan dasar, penilaian kahir satuan pendidikan dan sertifikasi, benchmarking dan penilaian program

5. Tindak Lanjut

Dalam kurikulum, terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan sebagai tindak lanjut pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal tersebut antara lain mencakup peningkatan aktivitas dan krativitas peserta didik serta peningkatan motivtasi belajar

a. Peningkatan aktivitas dan kreativitas peserta didik

b. Peningkatan Motivasi Belajar