Kode Etik Profesi Guru Dalam Konteks Peningkatan Mutu Pendidikan

Kode Etik Profesi Guru Dalam Konteks Peningkatan Mutu Pendidikan

Dilihat dari sisi aktualisasinya, pendidikan merupakan roses interaksi antara guru (pendidik) dengan pesarta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang ditentukan. pendidik, peserta didik dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. Ketiganya membentuk suatu triangle, yang jika hilang salah satunya, maka hilang pulahlah hakikat pendidikan. Namun, demikian dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti media teknologi, tetapi tidak dapat digantikan. Mendidik adalah pekerjaan profesional. Oleh karena itu guru sebagai perilaku utama pendidikan merupakan pendidik profesional.

Peranan guru sebagai pendidik profesional akhir-akhir ini mulai dipertanyakan eksistensinya secara fungsional. Hal ini antara lain disebabkan oleh munculnya serangkaian fenomena para lulusan pendidikan yang secara moral cenderung merosot dan secara intelektual akademik juga kurang siap untuk memasuki lapangan kerja. Jika fenomena tersebut benar adanya, maka baik langsung maupun tidak langsung akan terkait dengan peranan guru sebagai pendidik profesional.

1. Pengertian Kode Etik Profesional Guru

✅REKOMENDED:  undang undang pendidikan terbaru

Kode etik berasal dari dua kata yaitu, kode yang berarti tulisa (kata-kata, tanda) yang dengan persetujuan mempunyai arti atau maksd yang tertentu (untuk telegram dan sebagainya: sedengakan etik, dapat berarti aturan tata susila; dikap atau akhlak. Dengan demikian, kode etik secara kebahasaan berarti ketentuan atau aturan yang berkenan dengan tata susila dan akhlak. Akhlak itu sebagaimana disebutkan oleh Ibn Miskawaih dan Imam Al-Ghazali (w. 111 M) adalah ekspresi jiwa yang dampak dalam perbuatan dan meluncur dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan lagi.

2. Guru Sebagai Pekerja Profesional

Para ahli pendidikan,pada umunya memasukkan guru sebagai pekerja profesional, yaitu pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh masyarakat yang khususnya dipeersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain.

Sebagai pendidik profesional, guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara profesional, tetapi jug harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. Dalam didkusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan, yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990, dirummuskan 10 ciri suatu profesi, yaitu :

✅REKOMENDED:  biaya sekolah dinas perhubungan

1) memiliki fungsi dan signifikansi sosoial

2) memiliki keahlian / keterampilan tertentu

3) keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah.

4) didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas

5) diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama

6) aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional

7) memiliki kode etik

8) kebebasan untuk memberikan judgment memecahkan dalam masalah lingkungan kerjanya.

9) memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi

10) Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya.

 

3. Peranan Guru dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Mengajar adalah penciptaan sistem lingkungan yang termungkinkan proses belajar. sistem lingkungan ini terdiri dari komponen-komponen yang saling mempengaruhi, yaitu tujuan intruksional yang ingin dicapai, materi yang diajarkan guru dan siswa harus memaikan peranan serta ada dalam hubungan sosial tertentu, jenis kegiatan yang dilakukan, serta sarana dan prasarana bekajar mengajar yang tersedia.

✅REKOMENDED:  what is insurance premium

Jika seluruh Komponen pendidikan dan pengajaran tersebut dipersiapakan dengan sebaik-naikny, maka mutu pendidikan dengan sendirinya akan meningkat. Nmaun, dari seluruh komponen pendidikan tersebut, gurulah yang merupakan kpomponen utama. Jika gurunya berkuakitas baik, maka pendidikan pun akan baik pula. Kalau tindakan para guru dari hari ke hari bertambah baik, maka akan menjadi lebih baik pula lah keadaan dunia pendidikan kita. Sebaliknya kalau tindakan dari kehari makin memburuk, maka akan makin parahlah dunia pendidikan kita. Guru-guru kita dapat disamakan dengan pasukan tempur yang menentukan kemenangan atau kekalahan dalam peperangan. Jika mereka ingin menang dalam pertempuran mereka harus memiliki kemampuan, pengusaan dan strategi bertempur yang baik dalam hubungannya dengan keberhasilan dalam mendidik maka guru harus mampu melaksanakan inspiring teaching yaitu guru yang memalui kegiata mengajarnya mampu mengilhami murid-murid melalui kegiatan mengajarnya yang memberikan ilham ini guru yang baik adalah guru yang mampu menghidupkan gagasan-gagasan yang besar, kenginan yang besar pada murid-muridnya.